lagu wajib

Bagimu Negeri (Ciptaan : Kusbini)

Padamu negri
kami berjanji
Padamu negri
kami berbakti
Padamu negri
kami mengabdi
Bagimu negri
jiwa raga kami

Bendera Merah Putih (Ciptaan : Ibu Sud)

Bendera Merah Putih
Bendera tanah airku
Gagah dan jernih tampak warnamu
Berkibarlah di langit yang biru
Bendera Merah Putih
Bendera bangsaku

Dari Sabang sampai Merauke (Ciptaan : R. Surarjo)

Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

Berkibarlah benderaku (Ciptaan : Ibu Sud)

Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa
Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s’lama lamanya
Kami rakyat Indonesia
Bersedia setiap masa
Mencurahkan segenap tenaga
Supaya kau tetap cemerlang
Tak goyang jiwaku menahan rintangan
Tak gentar rakyatmu berkorban
Sang Merah Putih yang perwira
Berkibarlah s’lama lamanya

Garuda Pancasila (Ciptaan : Sudharnoto)

Garuda Pancasila
Aku-lah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Hari Merdeka (Ciptaan : H. Mutahar)

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari Merdeka Nusa dan Bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
merdeka . . .
S’kali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Halo-Halo Bandung (Ciptaan : Ismail Marzuki)

Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali

Bulu Garuda
oleh: Ritta Rubby Adiwidjaja

Tanamkanlah di bathinmu tunas nusa
Kalimat tulang punggung nege rimu
Penataran terlebih baik seusiamu
Agar masuk merasuk tulang sumsum

Reff :
Kami bernapas di jantungmu, Garuda
Kami berteduh di sayapmu, Garuda
Kami berlindung di tubuhmu, Garuda
Tegarlah………
hati kami
Takkan kami diamkan,
takkan kami biarkan
Bulu-bulumu jatuh

Coba lihat sikap tegap garudamu
Ceng….kramannya kokoh tak tergoyahkan
Banda Aceh sampai Jayapura dirangkumnya
Terpatri pada dada perisainya

Reff :
Kami bernapas di jantungmu, Garuda
Kami berteduh di sayapmu, Garuda
Kami berlindung di tubuhmu, Garuda
Tegarlah
hati kami
Takkan kami diamkan,
takkan kami biarkan
Bulu-bulumu jatuh

Di tanganmu terletak hari depan
Aturlah langkah kalian sekarang
Berbuatlah agar pertiwimu
tersenyum bangga
Baik dan buruk adalah negrimu

Reff :
Kami bernapas di jantungmu, Garuda
Kami berteduh di sayapmu, Garuda
Kami berlindung di tubuhmu, Garuda
Tegarlah
hati kami
Takkan kami diamkan,
takkan kami biarkan
Bulu-bulumu jatuh

Ibu Kartini (Ciptaan : WR Supratman)

Ibu kita Kartini Putri sejati
Putri Indonesia Harum namanya
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Putri jauhari
Putri yang berjasa Se Indonesia
Ibu kita Kartini Putri yang suci
Putri yang merdeka Cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu Se-Indonesia
Ibu kita Kartini Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya Karena cintanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia

Indonesia Pusaka (Ciptaan : Ismail Marzuki)

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Indonesia Raya (Ciptaan : WR Supratman)

(I)
Indonesia , tanah airku , tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri , jadi pandu ibuku
Indonesia , kebangsaanku , bangsa dan tanah airku
marilah kita berseru : Indonesia bersatu

hiduplah tanahku, hiduplah negriku
bangsaku, rakyatku, semuanya
bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya, merdeka merdeka
tanahku, negriku, yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka merdeka
hiduplah Indonesia Raya

(II)
Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada, untuk s’lama lamanya
Indonesia tanah pusaka, p’saka kita semuanya
Marilah kita mendo’a, Indonesia bahagia

Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

(III)
Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri, ‘njaga ibu sejati
Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi

S’lamatlah rakyatnya, s’lamatlah putranya
Pulaunya, lautnya semuanya
Majulah negrinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Tetap Merdeka (Ciptaan : C. Simanjuntak)
Sorak sorak bergembira
Bergembira semua
Sudah bebas negri kita
Indonesia merdeka

Indonesia merdeka
Republik Indonesia
Itulah hak milik kita
Untuk s’lama lamanya

Indonesia Tumpah Darahku (Ciptaan : Ibu Sud)

Di mana sawah luas menghijau
Di mana bukit biru menghimbau
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka yang kaya raya
Harum namanya Indonesia
Di mana puput berbunyi merdu
Di bawah gunung lembah yang biru
Itu tanahku tumpah darahku
Tanah pusaka aman sentausa
Harum namanya Indonesia
Di mana nyiur melambai-lambai
Di mana padi masak mengurai
Tanah pusaka bahagia mulia
Harum namanya Indonesia

Maju Tak Gentar (Ciptaan : C. Simanjuntak)

Maju tak gentar
Membela yang benar
Maju tak gentar
Hak kita diserang
Maju serentak
Mengusir penyerang
Maju serentak
Tentu kita menang
Bergerak bergerak, Serentak serentak
Menerkam menerjang terjang
Tak gentar tak gentar, Menyerang menyerang
Majulah majulah menang

Rayuan Pulau Kelapa (Ciptaan : Ismail Marzuki)

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff:
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana
Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia

Satu Nusa Satu Bangsa (Ciptaan : L. Manik)

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita
Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya
Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

Syukur (Ciptaan : H. Mutahar)

Dari yakinku teguh, hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu, tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan, kehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh, cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan ke bawah duli Tuhan
Dari yakinku teguh, bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu, pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hunjukkan ke hadapanMu Tuhan

Lirik Aku Anak Indonesia

aku anak Indonesia
anak yang merdeka
satu nusaku
satu bangsaku
satu bahasaku
indonesia…
indonesia…
aku bangga menjadi
anak indonesia
pending di khatulistiwa
tanahku indonesia
ribu pulaunya
ragam sukunya
satu jiwa raganya
indonesia…
indonesia…
aku bangga menjadi
anak Indonesia

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s